Minggu, 09 Mei 2010

Vitamin C: antara kebutuhan dan gaya hidup


 Vitamin  C memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita. Selain bersifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Belakangan ini vitamin c juga dikonsumsi untuk kebutuhan penampilan, hal ini terkait dengan peran vitamin C dalam pembentukan jaringan colagen dan perannya sebagai anti oksidant terhadap radikal bebas.

Vitamin C dibutuhkan tubuh, memang benar, berbagai proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan dalam tubuh kita terkait dengan vitamin C.
Kebutuhan akan vitamin C menjadi semakin penting mengingat tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C. Semua kebutuhan vitamin C dalam tubuh harus dipenuhi dari luar, dari berbagai buah dan sayuran.

Kondisi seperti itu menimbulkan 'kebiasaan' untuk mengkonsumsi suplemen vitamin C. Banyak di antara kita yang rela untuk membayar mahal untuk mendapatkan suplemen vitamin C, baik yang berbentuk tablet, serbuk, cairan, dll.
Ditambah lagi dengan rayuan berbagai macam iklan, baik di media cetak, televisi maupun di pusat perbelanjaan yang hampir tiap hari kita jumpai.
Bahkan terjadi kecenderungan untuk mengkonsumsi vitamin C secara berlebihan.

Kebutuhan vitamin C pada orang dewasa normal, menurut Badan POM RI dan FDA Amerika adalah 60 mg per hari. Memang angka kebutuhan ini bervariasi antara tiap individu, tetapi variasi yang terjadi tidak jauh berbeda, antara 60-90 mg.
Dan pada kondisi tertentu, misalnya flu, keadaan sakit, atau kondisi kolesterol tinggi kebutuhan tersebut akan meningkat.

Vitamin C tidak dapat disimpan di dalam tubuh, semua kelebihan vitamin C dalam tubuh akan dibuang melalui air seni, sesuai dengan sifat vitamin C yang larut dalam air.
Beberapa kemungkinan merugikan yang bisa timbul bila terlalu banyak vitamin C kita konsumsi adalah kerusakan lambung akibat sifat asam dari vitamin C, timbulnya produksi gas berlebihan pada usus sehingga menyebabkan kembung dan bisa juga diare, dan satu hal lagi, vitamin C akan memperberat kerja ginjal.
Ini akan menjadi berbahaya apabila kita kurang minum sehingga produksi air kencing juga sedikit, kondisi ini akan mempermudah mengendapnya sisa metabolisme vitamin C di saluran kencing, yang pada akhirnya sangat mungkin terjadi batu ginjal.
Sebagian dokter menyatakan konsumsi vitamin C 2000 mg dalam sehari, tidak dianjurkan.

Saat ini, suplemen vitamin C yang banyak beredar memiliki kandungan vitamin C dalam dosis tinggi, bahkan ada beberapa iklan 'menyesatkan' yang menyatakan vitamin C dalam dosis kecil adalah tidak berguna.
Kembali kepada masing masing individu, untuk menilai apakah kebutuhan vitamin C kita sudah terpenuhi ataukah kita membutuhkan tambahan lebih banyak lagi

8 comments:

Re's Japan mengatakan...

makan cabe aja, banyak vitamin C nya kan.. daripada yang tablet macem", kita kan gatau ada pengawet pewarna pengasem ato yg aneh".. :)

Miss Rinda mengatakan...

duh msh jrg minum vit C nie mas,,paling madu n kapsul arab,,alhmdllh g prnh sqt ^_^


www.rinda-holic.blogspot.com

Warna Tulisan mengatakan...

artikel yang informatif dan sangat bermanfaat. Makasih sudah berbagi. Salam

Ferdinand mengatakan...

Vitamin C emank alah satu yg penting untuk tubuh kita.....biarpun aku juga jarang minum Vit C atau makan orange hhe.....makasih nie Sob....

imelda mengatakan...

i take vit c too

Susi mengatakan...

Nggak usah pake vitamin C, aku punya alternatif lain yang bagus nih:

http://bit.ly/bisnisnature

Sketsa Info mengatakan...

Vitamin C emang Penting gan wat tubuh, biar ga sariawan terus kaya saya.hahaha
Nice artikel

adigt mengatakan...

penting yea vit c itu,,
salam kenal mas
kunjungan kembali

Posting Komentar

3 Cara Mendapatkan Uang dari Marketiva tanpa Modal

Translate

Gemini Rp 150 ribu

Komisi untuk tiap sms iklan yg diterima

Pengikut

Total Tayangan Halaman